Gray Night

•November 24, 2009 • Leave a Comment

did you know?
when people sleep,
people can forget all about pain, anxieties, and hatred altogether.
And they can then wake up with a lightened heart.
The pain fades away into the darkness.
The clear sky and the new time welcome the people.

Oyasumi @};-

2 = 1 ?

•November 7, 2009 • 3 Comments

if,
a = b

then,
a2 = a b
a2 – b2 = a b – b2
(a + b ) ( a- b ) = b ( a – b )
a+b = b
a+a = a
2a = a
2 = 1

?????

those_last_candle___

•October 15, 2009 • 1 Comment

___’lost it
long time ago___
____a big misunderstanding____
____? was it?
that____ no____hesitation?__
actually…
a childish decision?


replacement?

____inevitable situations
can’t help it though____
but_____aren’t____?
___keep silence___
secret____
_____safe____nobodyknows

after all, I’m just an indecisive little cat

Same Thing. Whatever

•September 9, 2009 • Leave a Comment

This is a decision I have to come to myself.
I can’t just ride this out and accept the default answer

Predictable doesn’t always mean boring.
Lust doesn’t always mean love.
Near doesn’t always mean close.
New doesn’t always mean exciting.
Different doesn’t always mean better.
Far doesn’t always mean distant.

Knowing everything doesn’t make you wise.
Knowing the truth doesn’t make you superior.
Knowing your problem doesn’t solve It.

Sitting between your past and your future doesn’t mean you’re in the present.

-dakota skye-

Nothing

•August 3, 2009 • Leave a Comment

tentu,
tentu aku resah
jika ada yg meresahkanmu
tidak berarti,
aku tak ingin mendengarmu berkisah
justru,
justru aku ingin
kamu berkisah, aku mendengar
aku berkisah, kamu mendengar
seolah aku dan kamu
duduk berdua, dalam sebuah teater
menyaksikan satu kisah, kisah kita berdua

pasti,
pastinya aku suka, kisah-kisah bahagiamu
saat kamu menceritakannya dengan bangga
bukan berarti,
aku tidak ingin mendengar gelisahmu
keluh kesahmu, bahkan lukamu
semua tentangmu, aku ingin tau
Just so I can do something good for you
even all I can do now is just nothing :(

Pierce

•July 9, 2009 • Leave a Comment

hurts…
it hurts like hell.
what is this piercing pain in my heart?
every time I look back,
and see the me who was always despairing.
I wish I could go back and tell my self,

 

don’t worry, me, don’t worry!!
Things are gonna be ok, definitely!!!

masih

•July 7, 2009 • Leave a Comment

awan gelap
memenjara pelangi
membungkam sepi

-07/07/2009-

Tuhan 9 Senti

•July 7, 2009 • Leave a Comment

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

by: Taufiq Ismail

I love Taufiq Ismail, I love this poem. Every single words in this poem succesfully wiped out all of the burden in my head caused by unexpressed feeling about “rokok dan sekutunya“. Because of this poem, I have an endless admiration for him. This man is a true prodigy.

Sinless Brat

•July 5, 2009 • Leave a Comment

baby_sleep_finalOriginal picture grabbed from sxc

Tak Kunjung Letih

•June 30, 2009 • Leave a Comment

dancing_mom_final

Gambar original di comot dari sinih

Every Soul Shall Taste Death

•June 22, 2009 • Leave a Comment

The Righteous will die,
and the wicked will die …

The warriors who fight jihaad will die,
and those who sit at home will die …

Those who busy themselves with correct belief will die,
and those who treat the people as their slaves will die …

The brave who reject injustice will die,
and the cowards who seek to cling onto this life at any price will die …

The people of great concern and lofty goals will die,
and the wretched people who live only for cheap enjoyment will die …

Every Soul Shall Taste Death

From the book ‘DEATH’ by Shaykh ‘Ali Hasan al-Halabi 

Caffeine

•June 17, 2009 • Leave a Comment

coffee or tea?
doesn’t matter
caffeine

-kouji-

Cita-cita

•June 16, 2009 • Leave a Comment

“dek dek, nanti kalo dah GD pengen jadi apa?”

Sebuah pertanyaan yang terakhir kali ditujukan padaku saat masih duduk di bangku MI (SD), kangen juga sih ditanyain kayak gitu, masa-masa dimana aku masih imut, lucu, dan tentu saja saat itu belum ganteng-ganteng amat *plaaakk..* .

Saat itu, hidup benar-benar tanpa beban dosa, semua dosa-dosa masih ditanggung orang tua, kan belum baligh, haha.

Kangen karena pertanyaan itu bukan hanya sebuah pertanyaan yang perlu dijawab, tapi juga membuat orang yang ditanya jadi berpikir jauh kedepan. Dan seingatku pertanyaan seperti itu juga bisa menimbulkan semangat meluap-luap loh, gak kayak sekarang ini nih, na na na, everyday is a lazy day *ups*

Lalu ada jawaban unik dari seorang teman wanita yang baru saja menyelesaikan S1 di Sekolah Farmasi ITB angkatan ‘02. Teman (tepatnya kakak perempuan dari seorang teman) saya ini memberikan jawaban yang cukup membuat aku benar-benar terkesan, dia bilang bahwa cita-cita dia adalah menjadi seorang ibu. Ah, pantesan setiap maen ke kost (dalam rangka menjenguk adeknya) buku yang dibawa gak jauh jauh dari buku seputar how-to mendidik anak dan semacamnya. Sayang sekali Alhamdulillah sekarang dia udah kawin.

(backsound bernada protes): So What, bro?

Haha, aku tidak sedang ngomel masalah pentingnya peran ibu kok, yang aku pengen tau adalah:

Adakah dari laki-laki yang cukup sadar bercita-cita menjadi seorang ayah?

Adakah dari kami yang menjadikan “status ayah” benar-benar sebagai cita-cita, bukan sekedar sebagai sandaran yang akhirnya hadir dengan kelahiran buah hati?

nb: 2 kalimat terakhir nyomot terinspirasi dari KK Ilham

That Loneliest Twilight

•June 16, 2009 • Leave a Comment

orange-birds-rosing-721120-

Original picture grabbed from here

My Movie

•June 14, 2009 • Leave a Comment

This is my story, if a miracle were to happen, I want to make this as a movie. Also, this is just a simple story, please don’t expect too much out of it and I’m sorry for my bad english :D

Long time ago, I had a crush on a girl, there was no special reason, just because. Also this wasn’t my first time having a crush like this, but, I always knew, there was something unique on her.

As always, my indifference takes it’s toll, I couldn’t told her what I felt, or rather.. I wouldn’t told her. everytime I had a crush, I always thought that might be just an ephemeral love, so, why bother..

???

???

???

OK, I lied, it was just an excuse, actually, I didn’t have enough courage to told her :P *blushing*

For some reason, we both went our separate ways, me with my (mostly pathetic) life, her with her life, I did blah blah blah… She did blah blah blah…


time goes by…
so many things happened..
every second, someone somewhere in this world goes die
+ are you missing something here?
- backsound: yeah, keep out of topic and I won’t read this note through the end <_<
+ gomennasai T_T …

“Life is intersection” some people said, fragments of her from the past kept coming, I didn’t even know why, And for sure, the “I love you” which I couldn’t make, I’ll make it this time, and life would be happy again.

That was what I believed that time, but life would be a mistake if it always runs smooth, we know this, don’t we?

There’s someone else” she said.
…..
&^$*@#&%&$#*$&*#
…..

I would be lying if I say I was okay. That was the last thing I wanna hear from her. Sure enough, I was going down, and I was in denial, my madness going up to the unbelievable level, but at the same time her selfishness might make me love her even more.


time goes by

After a while, I knew I was the one on the wrong side, and believe me, this has been one of the priceless experience I ever had, ever since that time, I stop dwelling on the past, and live in the moment.

If this weren’t a reality, this must be a good movie, I thought. good? nah.. in my point of view, this was a reeeeaaalllyyy bad movie, but from the audience’s point of view, this might be a good movie. I know I know, for some people, this is pretty normal, but for me… this part of my life should be a movie I should cherish *sounds exaggerating huh..? :D *

Questions & Answers

Q:what the hell are you trying to say?
A:I wanna say, love should be expressed (in a right way)

Q:what the hell is this all about?
A:this is just one of my story I want to share, and please stop using a rude words dude!!.

Q:what the hell is that?
A:zzz… <_<

Q:if this is a movie as you said, aren’t you censoring some scene?
A:of course I am, we all have something we don’t wanna share with even our mom, right? And actually, the censored scene is what make me think this must be a good movie, but I’m sorry, I’m not sharing it with you :)

Q:what did you say? the good part is on the censored one? so why the hell bother write all this cr*p if you don’t want people know the good part, you j*rk?
A:easy dude!! this is MY note, You don’t have any obligation to read this. (though u’ve read this far,hehe.. :P )

Q:do you still have feeling for her?
A:I don’t wanna say..
but one thing for sure, ever since this “Movie”, I no longer hate myself :)

Q:has the movie ends right there?
A:who knows…

-Mon June 15 3:04:57 2009-